You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pementasan Wayang Golek Lenong Betawi di Museum Wayang diminati pengunjung
photo Keren Margaret Vicer - Beritajakarta.id

Wayang Golek Lenong Betawi Dipentaskan di Museum Wayang

Wayang Golek Lenong Betawi dipentaskan di Museum Wayang, kawasan Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Alur cerita pementasan bersifat tematik

Staf Satuan Pelayanan Museum Wayang, Sumardi menuturkan, pementasan wayang ini merupakan bentuk hiburan langsung kepada pengunjung. Selain itu, juga menjadi bentuk pelestarian serta edukasi yang diberikan kepada wisatawan yang datang.

"Alur cerita pementasan bersifat tematik. Semua cerita memiliki pesan moril terkait budi pekerti," kata Sumardi, Minggu (22/10).

Pementasan Wayang Tingkatkan Jumlah Pengunjung Museum

Menurutnya, untuk pengunjung dewasa harga tiket masuk museum ditetapkan Rp 5 ribu, mahasiswa Rp 3 ribu, dan pelajar Rp 2 ribu.

"Setiap hari minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 3.000 orang," terangnya.

Dalang Wayang Golek Lenong Betawi, Reza Purbaya mengatakan, pementasan di Museum Wayang sudah sering dilakukannya.

"Cerita yang diangkat beragam, termasuk Si Jampang Betawi yang dipentaskan hari ini," ujarnya.

Sementara, salah seorang pengunjung museum, Siti (40) mengungkapkan, dirinya merasa senang bisa menonton pementasan wayang tradisional Betawi.

"Saya sangat antusias dan bersyukur masih ada para pekerja seni yang peduli terhadap kesenian wayang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye10806 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1326 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1247 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1240 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye967 personBudhi Firmansyah Surapati